Pilih menu :
  Query Data | Basis Data
 

Selamat Datang di situs Web Jogjabudaya. Berikut adalah definisi operasional yang digunakan dalam situs Web ini.
Sejarah dan Kepurbakalaan
Berbagai pengertian tentang sejarah dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah adalah peristiwa-peistiwa, perbuatan, kegiatan, hasil pikiran-pikiran manusia dalam masyarakat pada masa lampau. Peristiwa-peristiwa sejarah dari masyarakat masa lampau itu dapat diteliti dan dihimpun berdasarkan data atau bukti-bukti baik yang berupa bukti-bukti tertulis maupun yang tidak tertulis. Bukti-bukti itulah yang seringkali disebut sumber-sumber sejarah, seperti: prasasti, piagam, naskah, hikayat, perjanjian-perjanjian, benda-benda, bangunan-bangunan, peralatan. Bukti-bukti tersebut dapat pula dinamakan peninggalan sejarah dalam arti yang luas. Peninggalan sejarah tidak terbatas pada usia tetapi merupakan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Di sisi lain, peninggalan purbakala lebih menitikberatkan pada aspek kekunoan atau kepurbakalaan suatu bendawi yang biasanya ditandai dengan usia benda. Data sejarah dan kepurbakalaan dikategorikan dalam uraian sebagai berikut :

  • Peristiwa sejarah adalah kejadian, kenyataan, aktualitas yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada masa lalu. Peristiwa sejarah dapat ditelusuri dari hasil wawancara atau pengkajian terhadap berbagai dokumen tertulis atau catatan-catatan yang pernah dibuat oleh pelaku sejarah. Peristiwa sejarah yang akan dimasukkan dalam sistem informasi budaya akan difokuskan pada peristiwa sejarah masa pergerakan kemerdekaan sampai dengan masa reformasi.
  • Pelaku sejarah dapat dikategorikan sebagai pelaku aktif dan pelaku pasif. Pelaku aktif adalah orang yang secara fisik ikut terlibat dan biasanya memiliki kedudukan atau peran yang cukup penting dalam suatu peristiwa. Pelaku pasif merupakan orang yang secara fisik tidak ikut terlibat secara langsung, namun mengetahui atau melihat dan memiliki keterikatan emosional dengan suatu peristiwa. Fokus pendataan di dalam sistem informasi budaya adalah pelaku sejarah masa pergerakan kemerdekaan sampai dengan masa reformasi.
  • Cerita Rakyat merupakan salah satu sumber sejarah lisan yang di dalamnya sering terdapat kandungan sejarah, walaupun disamarkan. Dari hasil kajian, DI Yogyakarta memiliki cerita rakyat yang sangat beragam yang perlu dilestarikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan kesejarahan, pendidikan dan kebudayaan secara umum
  • Monumen sejarah adalah suatu tanda untuk memperingati suatu peristiwa sejarah atau tokoh dalam suatu peristiwa sejarah. Lokasi pada saat terjadinya suatu peristiwa sejarah pada awalnya dapat berupa suatu bangunan, bangunan dengan prasasti, atau bahkan hanya tanah kosong. Perkembangan berikutnya kemudian lokasi kejadian tersebut dibangun suatu bentuk bangunan peringatan bisa dalam bentuk tugu prasasti, prasasti dan diorama, bangunan fasilitas umum namun dengan tujuan pendirian untuk peringatan suatu peristiwa sejarah atau bahkan nama suatu jalan. Data monumen sejarah yang akan dimasukkan dalam sistem informasi budaya akan mencakup tanda peringatan yang terkait dengan suatu peristiwa sejarah maupun tokoh pelaku sejarah.
  • Film Dokumenter pada dasarnya merepresentasikan kenyataan, artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Di luar negeri, seperti Perancis, istilah dokumenter digunakan untuk semua film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Terkait dengan penyusunan Sistem Informasi Budaya ini, data film dokumenter lebih difokuskan pada film-film dokumenter yang bermuatan sejarah perjuangan atau peristiwa penting bagi masyarakat DI Yogyakarta pada umumnya.
  • Naskah Kuno atau Manuskrip adalah dokumen dari berbagai macam jenis yang ditulis dengan tangan, tetapi lebih mengkhususkan kepada bentuk yang asli sebelum dicetak. Kata tersebut juga bisa berarti karangan, surat, dan yang masih ditulis dengan tangan. Berbicara tentang naskah kuno berarti berbicara mengenai informasi, karena naskah kuno memiliki nilai informasi yang tentu sangat berharga baik ditinjau dari sejarah naskah itu sendiri maupun informasi yang tertulis di naskah tersebut.
  • Benda Cagar Budaya (BCB) menurut UU no 10 tahun 2011 pasal 1 didefinisikan sebagai berikut:
  1. Benda Cagar Budaya adalah benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.
  2. Struktur Cagar Budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari bendaalam dan/atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana, dan prasarana untuk menampung kebutuhan manusia.
  3. Situs Cagar Budaya adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di airyang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya,dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia ataubukti kejadian pada masa lalu.
  4. Kawasan Cagar Budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki duaSitus Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/ataumemperlihatkan ciri tata ruang yang khas.
  • Penghargaan Warisan Budaya merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada pemilik atau pengelola suatu objek warisan budaya atas upayanya dalam melestarikan (melindungi, memelihara) suatu objek warisan budaya. Kriteria yang biasanya digunakan adalah dengan melihat kondisi, komponen dan kesejarahan objek, seperti :
  1. Keaslian bangunan;
  2. Nilai sejarah;
  3. Setting bangunan; dan 
  4. Kondisi bangunan.

          Data mengenai Penghargaan Warisan Budaya Gubernur DIY diperoleh dari dokumen/laporan yang telah dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

  • Museum menurut definisi ICOM adalah sebuah lembaga atau wadah permanen yang melaksanakan fungsi pelestarian dan menyajikan berbagai koleksi dan bukti-bukti material manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi. Dengan kata lain, museum merupakan lembaga tempat penyimpanan, perawatan, dan pengamanan dan pemanfaatan benda-benda materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Museum juga merupakan merupakan lembaga non profit yang terbuka untuk umum, tempat memamerkan dan mengkomunikasikan benda-benda bukti keberadaan manusia dan lingkungannya guna kepentingan pendidikan dan edukasi kultural, serta rekreasi.

 

 
 
Kereta Kencana di Kraton Yogyakarta.